Selasa, 12 April 2011

makalah ilmiah dasar


BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
           Pengetahuan merupakan sesuatu yang diketahui langsung dari pengalaman berdasarkan serapan panca indra dan diolah oleh akal budi secara spontan. Pengetahuan dibedakan menjadi dua, yaitu:  pengetahuan nonilmiah dan prailmiah. Selain itu, adapun pelaksanaan metode ilmiah meliputi enam tahap dan adapula sikap ilmiah itu sendiri yang seluruhnya akan dibahas secara detail dalam pembahasan makalah ini.

B.   Tujuan
·        Agar kita mengetahui tentang pengetahuan dan ilmu pengetahuan.
·        Agar kita mengetahui pelaksanaan dan sikap metode ilmiah.
·        Agar kita mengetahui karakteristik penelitian ilmiah.
·        Guna memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar.

BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengetahuan dan ilmu pengetahuan
          Pengetahuan adalah sesuatu yang diketahui langsung dari pengalaman, berdasarkan serapan pancaindra, dan diolah oleh akal budi secara spontan. Pengetahuan dapat dibedakan menjadi pengetahuan nonilmiah dan pengetahuan prailmiah. Pengetahuan nonilmiah adalah hasil serapan indra terhadap pengalaman hidup sehari-hari yang tidak perlu dan tidak mungkin diuji kebenarannya. Sedangkan pengetahuan prailmiah adalah hasil serapan indra dan pemikiran rasional yang terbuka terhadap pengujian lebih lanjut dengan menggunakan metode-metode ilmiah.
Ilmu pengetahuan dapat di bedakan atas:
1.  Ilmu pengetahuan fisis-kuantitatif, sering disebut pengetahuan empiris. Pengetahuan ini diperoleh melalui proses observasi serta analisis atas data dan fenomena empiris.
2.  Ilmu pengetahuan formal-kualitatif,  sering disebut pengetahuan matematis. Ilmu ini diperoleh dengan cara analisis refleksi dengan mencari hubungan antara konsep-konsep.
3.  Ilmu pengetahuan metafisis-substansial, sering disebut pengetahuan filsafat. Pengetahuan ini diperoleh dengan cara analisis refleksi (pemahaman, penafsiran, spekulasi, penilaian kritis, logis/rasional) dengan mencari hakikat prinsip yang melandasi keberadaan seluruh kenyataan.

B.      Metode Ilmiah dan Sikap Ilmiah
                 Pola pikir manusia yang semula masih percaya pada ramalan dan mitos sudah berkembang semakin pesat disebabkan oleh:
1.  Prasangka, suatu anggapan atas suatu kebenaran yang belum tentu nyata.
2.  Instuisi, pendapat seseorang yang di dapat dari perbendaharaan pengetahuannya melalui proses yang tidak di sadari.
3.   Trial and Error, metode coba-coba atau untung-untungan.         
             Para ilmuwan bekerja menggunakan metode ilmiah. Metode ilmiah merupakan suatu cara sistematis yang digunakan oleh para ilmuwan untuk memecahkan masalah yang di hadapi. Pengetahuan dapat dikatakan ilmiah jika pengetahuan itu memenuhi 4 syarat :
1.   Obyektif
Pengetahuan itu sesuai dengan objeknya, maksudnya bahwa dapat dibuktikan dengan hasil pengindraan.
2.   Metodik
Pengetahuan itu diperoleh dengan menggunakan cara tertentu dan terkontrol.
3.   Sistematik
Pengetahuan ilmiah itu tersusun dalam suatu sistem, tidak berdiri sendiri saling berkaitan, saling menjelaskan sehingga menjadi kesatuan yang utuh.
4.   Berlaku Umum
Pengetahuan yang didapat bisa diamati dan diterima oleh umum dengan memperoleh hasil yang sama atau konsisten.
             Selanjutnya, aspek dalam mempelajari ilmu adalah pembentukan sikap ilmiah. Orang yang belajar dalam sebuah ilmu akan terbentuk dengan sikap yang ilmiah pula, yaitu :
1.  Jujur  
Seorang ilmuwan wajib melaporkan hasil pengamatannya secara ilmiah. Laporan dari penelitian yang dibuatnya haruslah jujur dengan hasil penelitian terbuka untuk umum.
2.  Terbuka
Seorang ilmuwan memiliki pandangan luas, terbuka dan bebas dari praduga. Ia selalu mengejar kebenaran terhadap ilmuwan baru yand diperoleh atau oleh orang lain baik itu tentang alam, moral/etika, politik, ekonomi dan sebagainya. Ia tidak akan meremehkan atas gagasan baru dan akan mengujinya sebelum ditolak atau diterima.
3.  Toleran
Seorang ilmuwan akan merasa bahwa ia bukanlah yang terpintar. Bahkan ia dapat menerima secara sportif apabila ada pendapat orang lain yang lebih benar, ia dapat menerimanya apabila gagasan lain setelah dilakukannya pengujian. Dengan demikian sikap toleran yang tinggi selalu menyertai dalam pemikirannya.
4.  Skeptis
Selalu akan bersikap hati-hati, tidak sinis tetapi kritis untuk memperoleh data yang menjadi dasar suatu kesimpulan.
5.  Optimis
Selalu melihat prospek dengan yakin dan selalu melihat sesuatu pasti dapat dikerjakan dan diselesaikan.
6.   Pemberani
Ilmu adalah hasil usaha dari sifat personal, ia akan mencari kebenaran dan menentang ketidakbenaran, kepura-puraan, pembohongan yang mengambat kemajuan.
7.  Kreatif
Selalu mencoba dan selalu berusaha menemukan inovasi-inovasi baru dalam penerapan ilmu yang diperolehnya.

C.      Langkah – langkah Operasional Metode Ilmiah
             Salah satu syarat ilmu pengetahuan adalah didapat dari metode ilmiah. Metode ilmiah tentu saja harus menjamin kebenaran yang bercirikan obyektif,  konsisten dan sistematik dengan langkah – langkah sebagai berikut :
1.   Perumusan Masalah
Merupakan pertanyaan apa, mengapa dan bagaimana tentang obyek yang diteliti. Masalah itu harus jelas batasannya serta terdapat faktor – faktor yang mempengaruhinya.
2.   Penyusunan Hipotesis
Hipotesis adalah pertanyaan yang menunjukkan kemungkinan– kemungkinan jawaban untuk memecahkan masalah yang dirumuskan. Hipotesis juga dapat dipandang sebagai jawaban sementara dari permasalahan yang harus diuji kebenarannya dalam observasi atau eksperimentasi.

3.   Pengujian Hipotesis
Yaitu pengumpulan fakta-fakta yang relevan dari hipotesis yang diajukan. fakta-fakta ini diperoleh melalui pengamatan langsung.
4.   Penarikan Kesimpulan
Didasarkan atas analisis dari fakta / data apakah hipotesis yang diajukan itu diterima atau tidak.
                       Keseluruhan langkah-langkah diatas harus ditempuh melalui urutan yang teratur, dimana langkah yang satu merupakan landasan bagi langkah berikutnya (sistematis). Di dalam ilmu alamiah, kesimpulan bersifat sementara (tentatif) dan harus diuji kebenarannya. Pengujian ini akan diikuti dengan data tambahan. Dengan demikian generalisasi baru akan diperoleh dan terjadinya proses yang berkesinambungan, secara terus menerus sehingga diperoleh suatu kemajuan.



















BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan
          Metode ilmiah, sikap ilmiah dan langkah-langkah operasional metode ilmiah telah kami bahas dalam pembahasan makalah ini. Ke tiga pembahasan tersebut sangatlah penting untuk kita pelajari dan pahami dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang terjadi khususnya dalam bidang ilmu alamiah ini. Sehingga tidak ada kesalahan ataupun kekeliruan yang terjadi ketika menyelesaiakan suatu permasalahan tersebut. Dan semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca.

B.    Saran
          Kami sebagai penyusun sadar bahwa dalam penyusunan makalah ini tidaklah sempurna, untuk itu kami membutuhkan kritik dan saran pembaca yang membangun demi menyempurnakan dalam pembuatan makalah selanjutnya.

















DAFTAR PUSTAKA

·         Sutanto, Purwo, dkk. 2007. Ilmu Pengetahuan Alam SMK kelas X, Klaten: Saka Mitra Kompetensi.
·         www.google.co.id










0 komentar:

Poskan Komentar

 

Blogger templates

Blogroll

Blogger templates

About